Dari Air Mata Menjadi Asa: Perjuangan Teh Eli Bangkit dari Keterpurukan Lewat Program MIGP Kerupuk RHR YBM BRILiaN

“Saya hanya ingin anak-anak sekolah setinggi mungkin. Jangan sampai mereka mengalami kehidupan seperti yang saya rasakan.”
Kalimat itu diucapkan oleh Ibu Maulidia dengan mata berkaca-kaca. Wanita yang akrab disapa Teh Eli ini memegang teguh janji yang Ia tanamkan dalam dirinya sejak suaminya berpulang. Sejak saat itu, ia memikul seluruh beban keluarga seorang diri demi masa depan empat buah hatinya yaitu Fatihah, Fatir, Fatimah, dan Fatih.
Bagi Teh Eli, pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan. Namun, keterbatasan ekonomi kerap menghantam impian sederhana tersebut. Biaya masuk sekolah yang mencapai Rp5 juta pernah menjadi dinding tebal yang mustahil ia tembus. Akibatnya, anak pertamanya yang berusia 13 tahun yang semestinya sudah berada di bangku SMP kini baru duduk di kelas 4 SD, belajar di kelas yang sama dengan sang adik. Kendati menyisakan perih di hati, Teh Eli tak pernah berhenti merajut asa dan doa demi masa depan buah hatinya.
Lika-Liku Perjuangan dan Titik Balik Kehidupan
Perjalanan hidup Teh Eli penuh dengan ujian berat. Ia sempat merantau ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) demi mengumpulkan modal usaha dan membangun rumah. Sayangnya, tabungan hasil jerih payahnya bertahun-tahun sirna tanpa kejelasan.
Meski sempat terpuruk, Teh Eli memilih bangkit. Ia kemudian bekerja sebagai pelayan kantin sekolah dengan penghasilan pas-pasan sebelum akhirnya takdir mempertemukannya dengan Mustahik Income Generating Program (MIGP) YBM BRILiaN.
Titik balik itu hadir melalui unit usaha Kerupuk RHR di Babakan Pocis, Tangerang Selatan. Bergabungnya Teh Eli dalam kelompok usaha binaan YBM BRILiaN ini mengubah arah hidupnya secara drastis. Sejak hari pertama, ia menunjukkan etos kerja luar biasa. Ia selalu datang paling awal dan pulang paling akhir demi memperjuangkan nasib keluarganya.

Di tengah kesibukannya memproduksi kerupuk, Teh Eli tetap menjalankan peran ibu secara sempurna. Ia menyempatkan pulang untuk memasak dan memastikan anak-anaknya berangkat sekolah sebelum kembali bergelut dengan adonan kerupuk. Integritas dan keteladanannya mendorong anggota kelompok mempercayainya sebagai ketua kelompok. Kini, ia memegang tanggung jawab penting, mulai dari mengelola pesanan, mengatur distribusi, hingga mengkoordinasikan keuangan kelompok.
Menatap Masa Depan dengan Senyuman dan Kemandirian
Hampir sepuluh bulan menjadi bagian dari Kelompok MIGP YBM BRILiaN, kehidupan Teh Eli perlahan makin membaik. Penghasilan tetap sebesar Rp1,5 juta setiap bulan kini memberikan ketenangan yang dulu langka ia rasakan. Dapur rumahnya terus mengepul, kebutuhan sekolah anak-anak terpenuhi, dan rasa percaya dirinya kembali pulih. Rasa syukur yang mendalam pun mengalir tulus dari raut wajahnya saat menceritakan perubahan tersebut.
“Alhamdulillah, semenjak saya bergabung di Kerupuk RHR bersama Kelompok MIGP, saya memiliki penghasilan tetap setiap bulan. Anak-anak sekarang bisa membawa bekal ke sekolah dan kami dapat makan setiap hari meskipun sederhana. Terima kasih kepada YBM BRILiaN. Semoga saya bisa terus mengembangkan usaha ini agar kehidupan keluarga kami semakin baik,” tutur Teh Eli.
Program Mustahik Income Generating Program (MIGP) YBM BRILiaN telah menjadi jembatan yang menghubungkan ikhtiar seorang ibu dengan harapan baru bagi keluarganya. Dari sebuah usaha sederhana memproduksi kerupuk, lahirlah perubahan yang berdampak nyata bagi kehidupan mereka.
Di balik setiap produk yang dihasilkan Kelompok MIGP, terdapat kisah tentang perjuangan, keteguhan, dan doa yang tidak pernah putus. Ada seorang ibu yang setiap hari bekerja dengan penuh semangat agar anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan yang lebih baik daripada dirinya.
Kisah Teh Eli menjadi bukti sahih bahwa zakat produktif bukan sekadar memberi bantuan finansial. Lebih dari itu, program pemberdayaan ekonomi YBM BRILiaN sukses mengembalikan martabat, menumbuhkan optimisme, dan membuka jalan pendidikan bagi generasi penerus.
Semoga kisah Teh Eli menjadi pengingat bahwa setiap amanah yang dititipkan insan BRILiaN melalui YBM BRILiaN bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menumbuhkan harapan, membangun kemandirian, dan mengubah masa depan keluarga-keluarga yang membutuhkan. Karena sejatinya, setiap keluarga yang bangkit adalah bukti bahwa kebaikan yang dilakukan bersama akan selalu menemukan jalannya untuk menghadirkan perubahan.