Tingkatkan Produksi Madu, Kelompok MIGP Gunungkidul Membudidayakan Lebah Cerana

GUNUNGKIDUL – YBM BRILiaN Regional Office (RO) Yogyakarta terus berkomitmen memperkuat ekonomi masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal. Pada (08/05), lembaga ini menyelenggarakan pembinaan teknis budidaya lebah cerana bagi kelompok Mustahik Income Generating Program (MIGP) Madu As-Syifa. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, yang merupakan pusat pengembangan madu alami di wilayah tersebut.
Edukasi Praktis di Pusat Budidaya
Pemilihan lokasi di Desa Kedungpoh bertujuan agar para peserta dapat belajar secara aplikatif dan langsung di lapangan. Bapak Wasito, Ketua Kelompok Sari Alami sekaligus penyuluh kehutanan (PKSM), hadir sebagai narasumber utama. Beliau membagikan pengetahuan mendalam mengenai karakteristik lebah, struktur koloni, hingga manajemen pakan alami. Selain itu, peserta juga mempelajari cara menjaga ekosistem agar produktivitas madu tetap stabil sepanjang musim.
Selama kegiatan, 10 anggota kelompok mengikuti sesi materi dengan sangat antusias. Selanjutnya, acara berlanjut dengan diskusi interaktif mengenai kendala teknis yang sering muncul di lapangan. Melalui pendekatan praktik ini, YBM BRILiaN ingin memastikan bahwa setiap pengetahuan baru dapat langsung diterapkan oleh peternak. Akibatnya, kelompok binaan kini memiliki bekal yang lebih kuat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi madu mereka.

Kemandirian Ekonomi Melalui Pendampingan Berkelanjutan
Sebelumnya, YBM BRILiaN telah memberikan intervensi berupa penguatan kelembagaan dan manajemen usaha sederhana. Namun, pembinaan teknis kali ini menjadi langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan usaha di tengah tantangan alam. Oleh karena itu, pendampingan berkala terus dilakukan agar kelompok MIGP As-Syifa mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Akhirnya, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga membantu menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
“Keberhasilannya ada pada pemahaman ekosistem, ketersediaan pakan, dan ketelatenan. Semoga ilmu ini langsung diterapkan oleh anggota kelompok,” tutur Bapak Wasito.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan anggota kelompok merasa sangat terbantu dengan adanya edukasi ini. Mereka kini lebih memahami faktor-faktor penentu keberhasilan budidaya lebah madu yang lebih profesional. YBM BRILiaN berharap sinergi ini dapat terus berjalan sehingga Desa Kedungpoh menjadi sentra madu unggulan di Yogyakarta. Dengan demikian, semangat kemandirian ekonomi dapat tumbuh kuat dari akar rumput.