YBM BRILiaN Raih Platinum Alignment pada Asian Impact Awards & CEPI Recognition 2026

by Astiani Susanto
October 21, 2026

JAKARTA – Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) memperoleh pengakuan dalam ajang Asian Impact Awards & CEPI Recognition 2026 dengan predikat Platinum Alignment. Pengakuan ini diberikan atas dua inisiatif strategis lembaga, yaitu Mustahik Income Generating Program (MIGP) dan integrasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam pengambilan keputusan strategis serta sistem manajemen risiko. Program MIGP memperoleh skor La Tofi ESG Rating sebesar 97,25, sedangkan inisiatif integrasi ESG dan GRC memperoleh skor 96,06.

Capaian tersebut menegaskan pentingnya menghubungkan program pemberdayaan sosial dengan penguatan ekonomi masyarakat, sekaligus memastikan bahwa prinsip keberlanjutan, tata kelola, dan manajemen risiko terintegrasi dalam proses pengambilan keputusan organisasi.

Pemberdayaan mustahik sebagai penguatan ekonomi lokal

MIGP mendapatkan penilaian dalam kategori Humanitarian Action, Just Transition & Social Resilience. Program ini diposisikan sebagai inisiatif penguatan ekonomi lokal yang mendorong terbentuknya rantai nilai yang inklusif dan berkelanjutan.

MIGP juga memperoleh status CEPI Champion Candidate dengan skor 3,91. Berdasarkan interpretasi Corporate Economic Protection Index (CEPI), setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program diperkirakan berkaitan dengan perlindungan sekitar Rp3,91 nilai ekonomi yang terekspos terhadap risiko operasional.

Penilaian tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya melihat program sosial tidak hanya dari sisi pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari potensi kontribusinya terhadap ketahanan ekonomi dan pengelolaan risiko. Bagi lembaga zakat, perspektif ini relevan untuk memperkuat orientasi program pada pemberdayaan mustahik dan penciptaan nilai sosial-ekonomi yang berkelanjutan.

Integrasi ESG dan GRC dalam penguatan tata kelola

Selain program pemberdayaan, inisiatif Integrasi ESG dan GRC dalam Pengambilan Keputusan Strategis dan Sistem Manajemen Risiko meraih skor La Tofi ESG Rating sebesar 96,06. Inisiatif tersebut juga memperoleh skor CEPI sebesar 2,80, yang dalam dokumen penilaian diinterpretasikan sebagai estimasi perlindungan sekitar Rp2,80 nilai ekonomi terhadap setiap Rp1 investasi program CSR yang terekspos pada risiko operasional.

Pengakuan ini menempatkan aspek tata kelola dan manajemen risiko sebagai bagian penting dari agenda keberlanjutan organisasi. Integrasi ESG dan GRC memungkinkan pertimbangan dampak lingkungan, sosial, tata kelola, risiko, serta kepatuhan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan strategis.

Bagi YBM BRILiaN, penguatan tersebut relevan dengan upaya menjaga akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya, sekaligus mendorong agar pelaksanaan program semakin terukur, bertanggung jawab, dan berorientasi pada dampak.

Dua pimpinan YBM BRILiaN masuk Exclusive 100 ESG Impact Leaders

Pengakuan juga diberikan kepada dua pimpinan YBM BRILiaN yang tercantum dalam kategori Exclusive 100 ESG Impact Leaders, dengan predikat Platinum Leader Performance.

M. Dadang Permana KF, selaku Ketua Badan Pengurus YBM BRILiaN, memperoleh skor La Tofi ESG Rating sebesar 95,25 dalam kategori Operational ESG Impact Leader. Sementara itu, Dwi Iqbal Noviawan, selaku Executive Director, memperoleh skor 94,35 dalam kategori ESG Impact Manager.

Pengakuan kepada kedua pimpinan tersebut melengkapi capaian kelembagaan YBM BRILiaN. Hal ini sekaligus menyoroti peran kepemimpinan dalam mendorong implementasi prinsip keberlanjutan, penguatan tata kelola, dan penciptaan dampak sosial yang lebih terarah.

Memperkuat komitmen terhadap dampak yang berkelanjutan

Pencapaian dalam Asian Impact Awards & CEPI Recognition 2026 menjadi momentum bagi YBM BRILiaN untuk terus memperkuat kualitas program pemberdayaan dan tata kelola kelembagaan.

Ke depan, orientasi terhadap dampak perlu terus didukung oleh pengukuran kinerja yang konsisten, pengelolaan risiko yang memadai, serta akuntabilitas dalam setiap tahapan pengelolaan dana dan pelaksanaan program.

Melalui penguatan tersebut, YBM BRILiaN diharapkan dapat terus mengembangkan program pemberdayaan yang tidak hanya menjawab kebutuhan penerima manfaat, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan sosial, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat.