Dari Buruh Jadi Pengelola Lahan, YBM BRILiaN RO Surabaya Sukses Dampingi 10 Petani Sidoarjo Naik Kelas

by Siti Nurlaela
July 29, 2026

pada Senin (27/07), YBM BRILiaN Regional Office (RO) Surabaya memaparkan pencapaian positif dari kelompok tani binaan. Melalui pilar program Ekonomi, lembaga merilis laporan perkembangan bertajuk Peningkatan MIGP Jati Berkah Sayur.

SIDOARJO – Rangkaian pendampingan ini diselenggarakan untuk memaksimalkan pendayagunaan amanah zakat yang telah dihimpun dari para pekerja BRI dan para donatur. Lembaga merancang program ini guna mengangkat taraf hidup masyarakat prasejahtera di pedesaan. Melalui pemberian modal kerja dan pelatihan berkala, YBM BRILiaN mendorong para petani agar bertransformasi menjadi wirausahawan mandiri.

Transformasi Usaha dan Perkembangan Lahan di Desa Jatikalang

Lembaga memusatkan kegiatan pengembangan ini di Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Pemilihan kawasan ini sangat beralasan mengingat letaknya yang strategis serta dekat dengan akses pasar sayur utama. Kedekatan lokasi mempermudah anggota kelompok dalam memangkas rantai distribusi hasil panen harian.

Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, program Mustahik Income Generating Program (MIGP) ini menorehkan lompatan usaha yang luar biasa. Sebanyak 10 petani penerima manfaat mendapatkan intervensi menyeluruh berupa kucuran modal usaha, bimbingan teknis intensif, serta berbagai pelatihan manajemen.

Empat anggota kelompok menunjukkan perkembangan kapasitas usaha yang sangat mencolok. Pak Masluki Arianto bersama Pak Muklas kini telah bertransformasi menjadi pengepul sayuran lokal bagi rekan-rekan sekelompoknya. Di sisi lain, Pak Kusnan dan Pak Manaf sukses memperluas skala garapan dengan menambah lahan sewa masing-masing satu bagian. Pembiayaan sewa lahan ini bersumber dari akumulasi hasil penjualan, tabungan mandiri, serta dana infak kelompok yang dikelola secara transparan.

Aktivitas produksi para petani saat ini tengah berada dalam momentum terbaik seiring masuknya musim kemarau. Pasokan sinar matahari yang optimal serta tingkat kelembapan tanah yang pas memicu lonjakan volume hasil panen. Kendati harga jual di tingkat pasar berada pada level standar, melimpahnya kuantitas hasil petik secara otomatis mendongkrak total pendapatan para anggota.

pada Senin (27/07), YBM BRILiaN Regional Office (RO) Surabaya memaparkan pencapaian positif dari kelompok tani binaan. Melalui pilar program Ekonomi, lembaga merilis laporan perkembangan bertajuk Peningkatan MIGP Jati Berkah Sayur.

Mengangkat Martabat Buruh Tani Menjadi Wirausahawan Mandiri

Penyelenggaraan pendampingan terpadu ini mempertegas komitmen YBM BRILiaN dalam mengawal keberlanjutan program pemberdayaan. Lembaga tidak cuma memfasilitasi kebutuhan modal di awal program. Tetapi juga mengasah kemandirian finansial dan manajerial kelompok agar mampu tumbuh secara berkelanjutan. Ungkapan rasa syukur dan dampak positif program disampaikan langsung oleh para petani penerima manfaat.

“Terima kasih kepada seluruh donatur YBM BRILiaN Surabaya yang telah membantu dan mendukung usaha kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami karena sebelumnya kami adalah buruh olah lahan dan mengikat sayuran dalam satu bagian. Tapi dengan hadirnya bantuan modal dan pendampingan dari YBM BRILiaN saat ini kami dapat menyewa lahan dan mengerjakan sendiri pertanian sayur kami, dengan begitu pendapatan kami meningkat dan terbantu secara ekonomi,” ungkap Pak Kusnan dan Pak Manaf.

Doa serta harapan tulus juga turut dipanjatkan oleh perwakilan kelompok yang kini telah sukses melangkah menjadi pengepul sayur.

“Kami mendoakan seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari hadirnya kebermanfaatan ini, semoga setiap kebaikan yang dititipkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tutur Pak Masluki Arianto dan Pak Muklas.

Kali ini, YBM BRILiaN RO Surabaya tak sekadar mengucurkan bantuan modal bagi warga Desa Jatikalang. Namun, pemberdayaan di Kecamatan Prambon yang telah dilakukan telah sukses memulihkan optimisme dan kemandirian ekonomi para petani lokal. Keberhasilan program MIGP Jati Berkah Sayur ini sekaligus membuktikan betapa krusialnya sentuhan pendampingan bagi pelaku usaha mikro pedesaan. Ketika akses modal berpadu dengan bimbingan manajemen dan ketekunan anggota, status buruh tani mampu terangkat menjadi pengelola usaha yang berdaya.