Respons Cepat: YBM BRILiaN Salurkan Bantuan untuk Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Aceh
ACEH – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Aceh sejak 18 hingga 26 November 2025 telah memicu banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang pemukiman warga hingga berbagai fasilitas daerah. Puluhan ribu jiwa terdampak akibat bencana. Bencana ini telah melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial di sejumlah kabupaten dan kota. Debit air yang terus meningkat memaksa warga meninggalkan rumah mereka dan bertahan di posko pengungsian dengan perbekalan yang kian menipis.
Merespons situasi krisis tersebut, YBM BRILiaN bergerak cepat dengan menerjunkan Tim Tanggap Bencana untuk menyalurkan bantuan vital bagi warga. Aksi respons ini difokuskan pada penyaluran logistik untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi dan warga terdampak yang tersebar di 18 kabupaten/kota.
Bantuan Obat-obatan dan Survival Kit
YBM BRILiaN menyalurkan sejumlah bantuan prioritas yang didistribusikan langsung ke lokasi bencana. Bantuan ini dirancang untuk menopang ketahanan fisik dan kesehatan warga di tengah kondisi lingkungan yang kurang kondusif pasca banjir.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi:
- Paket Survival Kits: Paket perlengkapan bertahan hidup untuk keluarga yang kehilangan akses terhadap peralatan dasar rumah tangga.
- Obat-obatan: Disalurkan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang kerap muncul saat banjir, sekaligus menjawab kebutuhan medis mendesak warga.
- Baby Kits: Perlengkapan khusus balita seperti popok dan kebutuhan bayi lainnya, mengingat kerentanan kelompok usia dini di lokasi pengungsian.
- Air Mineral: Memastikan ketersediaan air minum bersih dan higienis.
Data Dampak Bencana
Langkah cepat YBM BRILiaN ini sejalan dengan besarnya dampak yang ditimbulkan. Dilansir dari media Tempo, data per 8 Desember mencatat sebanyak 914.202 jiwa mengungsi, 366 meninggal dan 97 orang hilang di Aceh akibat bencana ini. Kehadiran Tim Tanggap Bencana YBM BRILiaN diharapkan dapat sedikit meringankan beban ribuan saudara kita yang sedang diuji.
Penyaluran zakat dan infak ini menjadi bukti nyata kepedulian para muzakki insan BRILiaN untuk hadir memberi makna di tengah bencana. Sinergi dan doa dari seluruh masyarakat diharapkan terus mengalir untuk pemulihan Aceh.