Merajut Mimpi di Antara Peluh dan Doa: Kisah Zaskia Jihan, Awardee Smart Scholarship YBM BRILiaN

oleh Farida Syifa Anandita
November 25, 2025

Merajut Mimpi di Antara Peluh dan Doa: Kisah Zaskia Jihan, Awardee Smart Scholarship YBM BRILiaN

Denpasar – Langit Jembrana menjadi saksi bisu perjuangan seorang gadis muda yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di MAN 1 Jembrana. Ia adalah Zaskia Jihan, anak kedua dari empat bersaudara dengan sebuah mimpi besar, yakni menjadi seorang peneliti di bidang biologi dan fisiologi.

Namun, mimpi itu tumbuh di tengah realitas yang tak selalu mudah.

Jalan yang dilalui Jihan penuh dengan liku. Di saat fajar baru menyingsing, sang ayah sudah memulai ikhtiarnya dengan berdagang susu kedelai. Dagangan itu dititipkan dari satu warung ke warung lain hingga ke pasar tradisional. Tak cukup sampai di situ, sang ayah juga memelihara kambing titipan milik orang lain untuk menyambung hidup.

Sementara itu, di sore hari, suara lembut sang ibu terdengar di musholla sekitar rumah, mengajar anak-anak mengaji. Dari sanalah, penghasilan keluarga yang sangat terbatas dikumpulkan, demi membiayai pendidikan buah hati.

Api yang Menolak Padam

Keterbatasan ekonomi tidak pernah memadamkan api semangat dalam diri Jihan. Ia adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang.

Di sekolah, ia dikenal sebagai siswa yang cemerlang dan aktif berorganisasi. Jejak prestasinya terukir sejak kecil. Dari lomba mewarnai saat TK, semangat kompetisi itu terus membawanya hingga ke olimpiade IPA dan Biologi di bangku SMP.

Puncaknya, Jihan berhasil mewakili Bali dalam ajang bergengsi Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional. Prestasi gemilang ini membawanya mendapatkan golden ticket untuk menempuh pendidikan di MAN 1 Jembrana dengan fasilitas asrama.

Ruang Baru untuk Bertumbuh

Selama tinggal di asrama, Jihan semakin menempa dirinya. Ia tak hanya giat belajar, tapi juga aktif dalam berbagai organisasi seperti Kampiun Olimpiade, PMR, dan Pramuka. Ia terus membawa harum nama sekolahnya dengan menjuarai berbagai olimpiade, dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Di tengah proses panjang itu, secercah harapan baru datang melalui layar gawainya. Ia menemukan informasi mengenai SMART Scholarship YBM BRILiaN dari media sosial Instagram.

Merasa kualifikasinya sesuai, ia memberanikan diri mendaftar. Takdir baik berpihak padanya. Jihan terpilih sebagai salah satu penerima manfaat.

“Saya sangat bersyukur kepada YBM BRILiaN. Terima kasih atas kesempatan luar biasa ini,” ucap Jihan dalam hati, berjanji pada dirinya sendiri saat pertama kali tahu ia lolos.

Bagi Jihan, program SMART bukan sekadar beasiswa materi. Ini adalah ruang untuk bertumbuh. Ia sangat antusias mengikuti setiap sesi pembinaan, mulai dari self management, organization management, hingga life planning yang membuat arah hidupnya kian jelas.

Salah satu sesi yang paling berkesan adalah pelatihan persiapan UTBK. Di sana, Jihan merasa didukung, tidak hanya secara akademik, tetapi juga emosional dan spiritual.

Jawaban dari Langit

Buah dari ketekunan, usaha, dan doa akhirnya tiba. Zaskia Jihan dinyatakan lulus melalui jalur SNBP dan diterima di Universitas Negeri Malang, jurusan Biologi. Mimpi besarnya untuk menjadi peneliti selangkah lebih dekat.

Jihan tidak pernah melupakan perjuangan kedua orang tuanya. Merekalah sumber kekuatan utamanya, terutama ketika semangatnya nyaris redup.

Ada satu pesan orang tuanya yang selalu ia genggam erat, sebuah ayat dari Surah Al-Insyirah: “Bersama kesulitan ada kemudahan”. Ayat itu, yang disebutkan dua kali, menjadi penguat hatinya bahwa badai pasti akan berlalu.

Jihan telah membuktikan bahwa di tengah keterbatasan, ada ketekunan yang tak pernah menyerah. Ia yakin, bahwa bersama Allah, semuanya akan baik-baik saja