Sinergi BRI dan YBM BRILiaN Medan, Hadirkan Fasilitas Air Bersih Dua Desa dan Dukung Pendidikan Santri di Karo

MEDAN – Sinergi kebaikan antara Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan YBM BRILiaN Regional Office Medan kembali diwujudkan melalui program sosial terintegrasi. Pada Sabtu (15/11), kedua pihak secara resmi meluncurkan program Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) untuk dua desa sekaligus menyalurkan dukungan pendidikan bagi para santri.
Acara peluncuran dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Purbanta, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Lokasi ini dipilih karena keberadaan Masjid Muhammad Cheng Ho yang ikonik di area pesantren, serta menjadi titik tujuan dari kegiatan konvoi komunitas BRI Biker Community (BBC) yang turut menyemarakkan acara.
Program WASH ini menyasar dua lokasi yang memiliki urgensi kebutuhan air bersih, yakni Desa Gung Pinto, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, dan Dusun Lae Bahul, Desa Karing, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi. Pembangunan fasilitas ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas krisis air bersih yang dialami warga.
Regional Support Business Head BRI RO Medan, Muslihin, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah wujud dukungan langsung BRI yang tentunya tetap memperhatikan asnaf zakat agar tepat sasaran.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengurus YBM BRILiaN RO Medan, Wisnu Iswahyudi, menambahkan bahwa peluncuran di dua titik sekaligus menunjukkan komitmen lembaga untuk menghadirkan manfaat yang luas. “Kami ingin memastikan bahwa fasilitas air bersih yang dibangun dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat Gung Pinto dan Karing,” ungkapnya.
Selain peresmian infrastruktur air bersih, acara juga diwarnai dengan kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Sebanyak 50 paket pendidikan diserahkan kepada santri Pondok Pesantren Al-Purbanta. Paket ini diberikan sebagai bentuk motivasi agar para santri semakin semangat dalam menuntut ilmu.
Melalui sinergi antara BRI, YBM BRILiaN, pemerintah desa, dan lembaga pendidikan ini, diharapkan manfaat program tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesehatan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Utara.