Pendapatan Melonjak Dua Kali Lipat, YBM BRILiaN Banten Evaluasi Usaha Kelompok MIGP Kerupuk RHR

oleh Siti Nurlaela
Juli 28, 2026

 epat pada Minggu (19/07), YBM BRILiaN Regional Office (RO) Banten merilis perkembangan positif kelompok binaan. Melalui pilar program Ekonomi, lembaga menyelenggarakan agenda bertajuk Pendampingan Kelompok MIGP Kerupuk RHR.

BANTEN – Usaha nyata dalam mengangkat derajat ekonomi wirausaha berbasis komoditas lokal kembali membuahkan capaian manis. Pada Minggu (19/07), YBM BRILiaN Regional Office (RO) Banten memaparkan perkembangan signifikan dari kelompok binaannya. Dalam rangka mewujudkan pilar program Ekonomi, lembaga merilis laporan kegiatan bertajuk Pendampingan Kelompok MIGP Kerupuk RHR.

Sesi monitoring berkala ini bertujuan menakar kemajuan usaha sekaligus memetakan potensi pasar yang dapat dijangkau. Lembaga memfasilitasi peninjauan langsung guna memastikan seluruh tahapan produksi berlangsung secara efektif dan higienis. Melalui bimbingan yang konsisten, YBM BRILiaN memacu para perajin kerupuk jengkol lokal agar bertransformasi menjadi pengusaha independen.

Pertukaran Pengalaman Antarwilayah dan Lonjakan Kapasitas Produksi

Agenda pendampingan ini dilaksanakan di rumah produksi Kelompok MIGP Kerupuk RHR. Pemilihan lokasi ini sangat ideal mengingat tempat tersebut menjadi dapur utama aktivitas pengolahan dan pengemasan saban hari. Pemantauan di tempat produksi mempermudah Fasilitator untuk menemukan kendala operasional serta merumuskan solusi bisnis secara presisi.

Sesi peninjauan kali ini terasa istimewa berkat hadirnya Fasilitator MIGP YBM BRILiaN Banjarmasin, Bapak Budi Ikhsan. Agenda lintas wilayah ini menjadi arena silaturahmi sekaligus ruang bertukar ide kreatif antarfasilitator. Bersama Fasilitator MIGP YBM BRILiaN Banten, Ibu Ayu Afriana, tim mengamati dengan cermat alur peracikan bahan baku kerupuk jengkol hingga tahap packing siap edar.

Sebelum melangkah jauh hingga tahap ini, YBM BRILiaN Banten telah membina 7 perajin penerima manfaat secara bertahap. Lembaga menyalurkan pelatihan tata kelola keuangan, teknik pengolahan higienis, perancangan kemasan menarik, hingga strategi penetrasi pasar. Bimbingan terstruktur ini terbukti ampuh mendongkrak daya saing produk lokal di mata konsumen.

Dampak dari pembinaan yang intensif ini memicu lonjakan tingkat kesejahteraan yang membanggakan. Sebelum bergabung dalam kelompok binaan, para anggota rata-rata hanya mengantongi pendapatan bersih hanya Rp500.000,- sampai Rp1.000.000,- setiap bulan. Kini, penghasilan para perajin melonjak signifikan mencapai Rp1.200.000,- hingga Rp2.500.000,- per bulan.

epat pada Minggu (19/07), YBM BRILiaN Regional Office (RO) Banten merilis perkembangan positif kelompok binaan. Melalui pilar program Ekonomi, lembaga menyelenggarakan agenda bertajuk Pendampingan Kelompok MIGP Kerupuk RHR.

Mengubah Potensi Bahan Baku Lokal Menjadi Pilar Ekonomi Keluarga

Penyelenggaraan evaluasi serta bimbingan terpadu ini menjadi bukti sahih atas efektivitas pendayagunaan dana zakat pekerja BRI. Lembaga tidak cuma memberikan perhatian pada fase awal pembentukan kelompok. Lebih dari itu, YBM BRILiaN terus mengawal perajin agar memiliki daya tahan usaha serta daya saing yang tinggi. Rasa syukur serta dampak nyata dari program pemberdayaan ini diungkapkan secara jujur oleh perwakilan anggota kelompok.

“Alhamdulillah, setelah mendapatkan pendampingan dari Program MIGP YBM BRILiaN, usaha kami mengalami perkembangan yang cukup besar. Kami belajar memperbaiki proses produksi, pengemasan, dan cara mengelola usaha. Pendapatan keluarga juga meningkat sehingga kami semakin termotivasi untuk terus mengembangkan usaha ini,” tutur Ibu Eli.

Diskusi interaktif dan sesi dokumentasi bersama di area pengemasan kerupuk menandai akhir dari agenda pemantauan hari itu. YBM BRILiaN RO Banten tak sekadar meninjau rutinitas menggoreng dan membungkus kerupuk jengkol di lokasi tersebut. Lebih dari itu, sinergi pemberdayaan ini telah sukses melipatgandakan taraf hidup keluarga prasejahtera secara berkelanjutan.

Keberhasilan program MIGP Kerupuk RHR ini sekaligus mempertegas betapa krusialnya sentuhan manajemen bagi pelaku usaha mikro. Ketika potensi komoditas lokal dipadukan dengan pengemasan modern dan pembinaan yang tepat, kelas ekonomi warga binaan otomatis akan terangkat. Oleh karena itu, seiring semakin meluasnya jangkauan pemasaran kerupuk jengkol ini, untaian doa kebaikan terus mengalir. Semoga ketulusan para donatur pekerja BRI mendatangkan keberkahan yang melimpah dan mengantarkan para perajin menuju kemandirian hakiki.