Sukses Dongkrak Produksi Telur, Kelompok MIGP Ternak Balongbendo Sidoarjo Perluas Pasar Bersama BUMDes

oleh Siti Nurlaela
Juli 2, 2026

YBM BRILiaN RO Surabaya mendampingi para pelaku usaha mikro di desa Balongbendo Sidoarjo melalui program Ekonomi yaitu MIGP Ayam Petelur.

SIDOARJO – Penyaluran dana zakat yang produktif mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan. Sehingga, YBM BRILiaN Regional Office (RO) Surabaya terus mendampingi para pelaku usaha mikro di tingkat desa melalui program Ekonomi. Hasilnya, kelompok MIGP binaan YBM BRILiaN sukses melakukan ekspansi usaha lewat pembangunan kandang baru pada Senin (29/06).

Aksi pemberdayaan ekonomi ini bergulir di kawasan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pihak lembaga memilih lokasi ini sebagai bentuk kepedulian nyata guna menghadirkan pemerataan ekonomi di wilayah pinggiran. Selain itu, program Mustahik Income Generating Program (MIGP) Ayam Petelur ini merupakan wujud nyata penyerahan dana zakat kerja sama para donatur sejak tahun 2025 lalu.

Genjot Produksi Demi Penuhi Permintaan BUMDes

Selanjutnya, para peternak mengambil langkah ekspansi karena melihat potensi pasar harian yang sangat menjanjikan. Intervensi modal usaha dan pendampingan rutin dari fasilitator ekonomi terbukti sukses mendongkrak pendapatan kelompok secara signifikan. Oleh sebab itu, Kelompok MIGP Ayam Petelur Balongbendo memutuskan untuk memperluas area kandang guna menampung populasi ayam yang lebih banyak.

Langkah berani ini juga lahir akibat tingginya permintaan pasar lokal yang terus meroket. Sementara itu, kelompok ternak ini telah menjalin kerja sama taktis dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Balongbendo serta jaringan peternak sekitar. Dengan demikian, pasokan telur dari kandang binaan YBM BRILiaN ini langsung terserap secara optimal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian warga Sidoarjo.

Menariknya, kelompok yang beranggotakan 10 orang dengan dikawal 1 Fasilitator Ekonomi ini juga menerapkan strategi diversifikasi usaha. Kemudian, mereka menambah varian komoditas baru berupa ayam bangkok di area sekitar kandang utama. Strategi cerdas ini berfungsi untuk menyerap sisa pakan ayam petelur agar tidak terbuang sia-sia. Tidak hanya itu, mereka memilih ayam bangkok karena memiliki harga jual yang tinggi di pasaran serta lebih tahan terhadap serangan penyakit.

YBM BRILiaN RO Surabaya mendampingi para pelaku usaha mikro di desa Balongbendo Sidoarjo melalui program Ekonomi yaitu MIGP Ayam Petelur.

Pendampingan Konsisten Lahirkan Kemandirian Berkelanjutan

Keberhasilan program MIGP ini membuktikan bahwa dana kebijakan dari jemaah BRI mampu mengubah mustahik menjadi muzaki yang produktif. YBM BRILiaN tidak sekadar memberikan bantuan modal di awal, tetapi juga menanamkan manajemen bisnis yang matang lewat fasilitator lapangan. Akibatnya, perputaran modal usaha dapat berkembang pesat bahkan sebelum program berjalan genap satu tahun.

Rasa syukur dan apresiasi mendalam pun mengalir langsung dari ketua kelompok peternak atas kemajuan pesat yang mereka rasakan.

“Terima kasih kepada YBM BRILiaN Surabaya yang telah mendampingi kelompok kami. Berkat bimbingan rutin ini, pengembangan usaha dan perluasan kandang baru bisa terjadi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun,” tutur Rizki, Ketua Kelompok MIGP Ayam Petelur Balongbendo dengan penuh semangat.

Akhirnya, deru aktivitas pembangunan kandang baru di area Balongbendo siang itu mengunci babak baru perjuangan para peternak binaan. Melalui perluasan fasilitas produksi dan penambahan komoditas ayam bangkok, YBM BRILiaN Surabaya tidak sekadar membagikan stimulan finansial sesaat. Lebih dari itu, lembaga ini telah berhasil menanamkan mentalitas pengusaha yang tangguh di dalam jiwa 10 anggota kelompok ternak tersebut.

Di sisi lain, kolaborasi erat bersama pihak BUMDes menggambarkan bahwa ekosistem bisnis desa yang sehat akan selalu mempermudah penyerapan produk lokal hasil pemberdayaan umat. Oleh karena itu, seiring meningkatnya kapasitas produksi telur harian, sebuah optimisme baru resmi merekah di Sidoarjo. Semoga aliran berkah dari zakat pekerja BRI terus melahirkan peternak-peternak mandiri yang mampu menggerakkan ekonomi ketahanan pangan di masa depan.