Hadir di Forum Komunikasi Amil YBM BRILiaN, Dirzawa Kemenag Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat Berkelanjutan

oleh Astiani Susanto
Februari 5, 2026

JAKARTA — Kehadiran Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, menjadi penanda penting dalam penyelenggaraan Forum Komunikasi (Forkom) Amil YBM BRILiaN. Bertempat di Menara BRILiaN, Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/01/2026), forum ini menjadi ruang konsolidasi nasional amil YBM BRILiaN se-Indonesia dalam memperkuat tata kelola zakat yang berkelanjutan.

Mengusung tema “Accelerating Goodness for Sustainable Impact”, forum ini mempertemukan badan-badan organisasi YBM BRILiaN di seluruh Indonesia. Di tengah dinamika pengelolaan zakat yang semakin kompleks, kehadiran Prof. Waryono memberikan perspektif strategis sekaligus penguatan arah kebijakan bagi para amil yang berada di garda terdepan pelayanan umat.

Dalam sambutan dan pemaparannya pada opening ceremony, Prof. Waryono menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap BRI dan YBM BRILiaN tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui integrasi antara tata kelola yang baik dan legitimasi kelembagaan. Menurutnya, orientasi lembaga zakat harus mampu menjembatani aspek duniawi dan ukhrawi. “Kepercayaan publik lahir dari tata kelola yang kuat. Orientasi lembaga tidak hanya berbicara soal profit, tetapi juga nilai ukhrawi sebagai tujuan akhir,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Waryono menekankan pentingnya akurasi dan ketepatan sasaran dalam pengelolaan zakat. Ia menyampaikan bahwa distribusi dan pendayagunaan zakat ke depan harus berbasis pada data tunggal sosial ekonomi, agar intervensi yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan mustahik. Pendekatan berbasis data ini dinilai krusial untuk memastikan keberlanjutan dampak program dan menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.

Dalam konteks pelaksanaan tugas sehari-hari, Prof. Waryono juga mengingatkan peran strategis amil sebagai representasi nilai lembaga di hadapan masyarakat. Ia menegaskan bahwa etika komunikasi menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat dengan para pemangku kepentingan. Prinsip-prinsip komunikasi QuraniQaulan Sadida (jujur dan akurat), Qaulan Layyina (lembut dan empatik), Qaulan Baligha (efektif dan tepat sasaran), Qaulan Karima (mulia dan penuh penghormatan), serta Qaulan Maisura (mudah dipahami) dalam menjalankan amanahnya—harus diinternalisasi agar pesan lembaga tersampaikan secara jujur, empatik, efektif, dan bermartabat.

Forum komunikasi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi nasional, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan peran amil dalam menjawab tantangan pengelolaan zakat ke depan. Melalui kehadiran Dirzawa Kemenag RI, YBM BRILiaN menegaskan komitmennya untuk terus bergerak sejalan dengan arah kebijakan nasional, memperkuat tata kelola, serta memastikan zakat dikelola secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan demi kemaslahatan umat.