Kisah Ibu Nikmatul Karamah: Menguatkan Fondasi Ekonomi dan Keluarga Bersama YBM BRILiaN
Perjalanan menjalankan usaha dan mengurus keluarga prasejahtera tentu memiliki tantangan tersendiri. Kondisi inilah yang dihadapi oleh Ibu Nikmatul Karamah, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia berjuang memenuhi kebutuhan hidup sekaligus memastikan keenam anaknya tetap mendapatkan perhatian dan pendidikan yang layak.
Proses Awal dan Perkembangan Usaha
Sebelum mendatangkan hasil seperti sekarang, kondisi ekonomi keluarga Ibu Nikmatul cukup terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan harian, ia harus bekerja di berbagai tempat tanpa kepastian waktu yang memadai. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan mendampingi anak-anaknya yang masih kecil di rumah.
Titik balik mulai dirasakan saat Ibu Nikmatul mendapatkan dukungan modal usaha dari program Family Strengthening YBM BRILiaN Regional Office Surabaya. Melalui bantuan tersebut, beliau mulai merintis usaha susu kedelai. Dengan menjaga kualitas produk yang gurih, enak, dan kental, usahanya perlYBM BRILiaN, YBM BRILiaN Surabaya, Family Strengthening, Pemberdayaan Ekonomi, Usaha Susu Kedelai, Kisah Inspiratif, Mustahik Berdaya, Zakat Pekerja BRI, UMKM Sidoarjo, Desa Kebonagung Sidoarjo, Modal Usaha Zakat, Kemandirian Ekonomi, Kisah Sukses UMKM, Bantuan Modal Usaha, Program Pemberdayaan YBM BRILiaNahan dikenal masyarakat dan mendapatkan pelanggan yang terus bertambah.
Capaian Usaha dan Dampak Bagi Sekitar
Ketekunan tersebut kini membuahkan hasil yang konkret. Dari usaha yang dirintis dari nol, Ibu Nikmatul telah berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian. Ibu Nikmatul berhasil mengelola 3 lapak penjualan dengan penghasilan bersih sekitar Rp500.000 per hari, meningkat signifikan dari kondisi awal sebelum mengikuti program.
Tidak hanya untuk diri sendiri, beliau turut memberdayakan warga sekitar untuk menjaga lapak dengan memberikan upah harian, sehingga membantu menambah penghasilan tetangga di sekitarnya. Tidak kalah penitng, lokasi pengelolaan lapak yang lebih dekat dengan rumah membuat Ibu Nikmatul tidak perlu lagi bekerja berpindah-pindah tempat. Ia dapat menjalankan usaha secara produktif sekaligus memiliki waktu yang cukup untuk mengawasi anak-anaknya.
“Dari seorang ibu yang memulai usaha dalam keterbatasan, kini saya telah memiliki tiga lapak, penghasilan bersih sekitar Rp500.000 per hari, serta mampu memberikan kesempatan kerja kepada orang lain,” ujarnya.
Perkembangan usaha Ibu Nikmatul menunjukkan bagaimana pendampingan dan dukungan modal dari YBM BRILiaN membantu mendorong kemandirian ekonomi serta mendukung keberlangsungan peran keluarga. YBM BRILiaN terus berkomitmen mendampingi para penerima manfaat agar dapat mandiri dan berkembang di masa depan.