Lead, Connect, and Creating Impact: Semangat Jambore Brighter 2026

oleh Annisa Sucita F
November 3, 2026

BANDUNG — Rangkaian Jambore Brighter 2026 telah berhasil diselenggarakan pada 29 Oktober–1 November 2026 di Soreang, Bandung. Kegiatan diawali dengan agenda upgrading fasilitator pendidikan pada 29 Oktober. Puncak kegiatan kemudian berlangsung pada 30 Oktober–1 November dengan melibatkan 264 awardee Bright Scholarship Batch 12 yang berasal dari 22 perguruan tinggi di Indonesia.

Mengusung tema “Lead, Connect & Creating Impact”, Jambore Brighter 2026 menjadi bagian dari pembinaan Bright Scholarship yang sebelumnya dikenal dengan nama Bright National Summit dan Bright Future Leader Summit. Tema ini mencerminkan tiga tujuan utama kegiatan: memperkuat kapasitas kepemimpinan, membangun jejaring lintas kampus dan daerah, serta mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi masyarakat.

Selama tiga hari, para awardee mengikuti berbagai sesi pembelajaran, diskusi kelompok, dan aktivitas kebersamaan. Suasana gembira dan antusias terasa dalam pertemuan para awardee dari berbagai latar belakang daerah dan kampus. Mereka tidak hanya memperoleh pembekalan untuk mengembangkan diri, tetapi juga berkesempatan bertemu, saling mengenal, dan membangun kebersamaan.

Kegiatan awardee dibagi ke dalam dua tema. Hari pertama mengangkat Know Yourself, Know Your Team, Understand the Problem, dilanjutkan dengan Turn Problems into Solutions pada hari kedua. Rangkaian acara ditutup dengan Outing & Closure pada hari ketiga.

Acara dibuka dengan keynote speech dari Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementrian Agama RI, dilanjutkan dengan penyematan jaket awardee dan pembacaan ikrar sebagai penerima beasiswa. Momen ini menjadi penanda dimulainya perjalanan bersama para awardee Bright Scholarship Batch 12.

Mengenali Diri dan Menemukan Arah
Sebelum melangkah lebih jauh, mengenali diri menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda. Melalui materi Meet Your (True) Self: Menjadi Diri Sendiri di Tengah Ekspektasi, Olphi Disya Arinda, M.Psi., Psikolog Klinis Dewasa dan Terapis Trauma, mengajak awardee mengenali pola pikir, nilai-nilai pribadi, dan pemicu emosi. Pemahaman ini membantu mereka menyikapi berbagai ekspektasi tanpa kehilangan jati diri.

Proses mengenali diri juga berkaitan dengan kemampuan memimpin dan mengembangkan potensi pribadi. Dalam materi Empathy & Problem Mapping, Sherly Annavita Rahmi membahas pentingnya kepemimpinan diri, konsistensi, dan growth mindset. Proses bertumbuh tidak harus selalu dimulai dari langkah besar. Konsistensi dalam melakukan hal-hal sederhana, keberanian untuk bertindak, serta lingkungan yang mendukung juga menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

Pembahasan mengenai potensi diri dan arah masa depan turut diperkaya melalui materi Upgrade Your Self: Dari Kenal Diri ke Arah Karier oleh Fauzi Akhmad, Pengurus Bidang HCG YBM BRILiaN sekaligus Department Head HC Planning, Analytics, & Budgeting BRI. Peserta diajak memahami kekuatan, kelemahan, nilai, dan motivasi diri sebagai bekal dalam merancang arah pengembangan diri dan karier.

Memperluas Perspektif dan Mempersiapkan Karier
Bertemu dengan banyak orang juga berarti berhadapan dengan beragam cara berpikir. Melalui materi Reframing Perspectives: The Power of Diverse Thinking, Galeh Pujonegoro, Manager Program YBM BRILiaN, mengajak peserta melihat suatu persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Peserta didorong untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, melainkan menguji asumsi dan mempertimbangkan bukti sebelum menilai sesuatu.

Perspektif yang lebih luas juga diperlukan dalam merencanakan masa depan. Dila Dama Atprinka, Pengurus Bidang Program YBM BRILiaN sekaligus Dean of Compliance, Human Capital, Audit and Finance Academy BRI, membawakan materi Career Development and Goal Setting: From Potential to Professional.

Dalam materi ini, awardee diajak mulai memikirkan arah karier dan kompetensi yang perlu dipersiapkan sejak masa perkuliahan. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah metode SMART, yaitu Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound. Melalui penetapan tujuan yang jelas dan terukur, potensi yang dimiliki dapat diarahkan menjadi langkah pengembangan yang lebih konkret.

Dari Beragam Ide Menuju Aksi Bersama
Jambore Brighter 2026 tidak berhenti pada pembekalan teori. Para awardee juga mendapat kesempatan untuk mengolah gagasan bersama melalui sesi Collaborative Brainstorming. Mereka bertukar perspektif, membentuk tim, dan memilih persoalan sosial yang akan dikembangkan menjadi gagasan solusi.

Proses tersebut berlanjut dalam lokakarya Design Thinking bersama Dr. Ir. Dwi Purnomo, STP, M.T., IPU, ASEAN Eng. Peserta dibagi ke dalam kelompok dan didampingi fasilitator untuk mengikuti proses pembelajaran secara kolaboratif. Melalui sesi From Idea to Action (Project Clinic), para peserta kemudian mengembangkan gagasan menjadi rencana aksi.

Gagasan yang telah disusun selanjutnya dipersiapkan dalam bentuk pitch deck. Para awardee mengikuti pendampingan intensif sebelum mempresentasikan hasil kerja kelompok dan menjawab pertanyaan dari juri. Proses ini menjadi kesempatan untuk belajar menyampaikan ide, bekerja dalam tim, menerima masukan, dan mempertanggungjawabkan solusi yang ditawarkan.

Salah satu indikator keberhasilan kegiatan ini adalah tersusunnya 22 proyek sosial dari para awardee. Tiga proyek terbaik direncanakan memperoleh pendanaan untuk mendukung implementasinya setelah kegiatan berakhir.

Jaga Diri, Jaga Kawan, Jaga Amanah
Di balik berbagai pembekalan dan tantangan selama kegiatan, ada nilai yang diharapkan terus melekat dalam perjalanan para awardee. M. Dadang Permana, KF, Ketua Pengurus YBM BRILiaN sekaligus Group Head of Human Capital Business Partner BRI, menyampaikan tiga pesan utama: Jaga Diri, Jaga Kawan, dan Jaga Amanah.

Ketiga pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan sebagai penerima beasiswa bukan hanya tentang pencapaian pribadi. Awardee juga perlu menjaga diri dalam proses bertumbuh, saling mendukung dan menguatkan satu sama lain, serta menjalankan amanah yang telah diamanahkan.

Nilai kebersamaan itu turut terasa melalui berbagai aktivitas di luar sesi pembelajaran. Para awardee menjalani kegiatan ibadah bersama, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berolahraga. Ada pula sesi bernyanyi bersama, kesempatan berkomunikasi dengan orang tua, serta kegiatan outing dan team building di luar ruangan.

Bagi para peserta yang berasal dari 22 kampus, rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berkenalan dan membangun kedekatan. Jejaring yang terbentuk diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi baru, terutama setelah mereka kembali ke kampus dan daerah masing-masing.

Melalui semangat Lead, Connect & Creating Impact, YBM BRILiaN berharap para awardee Bright Scholarship Batch 12 dapat mengembangkan kapasitas kepemimpinan, membangun jejaring yang bermakna, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pengalaman selama Jambore Brighter 2026 diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk terus bertumbuh dan mengambil peran positif di lingkungan masing-masing.

Melalui pendayagunaan dana zakat para muzaki, YBM BRILiaN terus berkomitmen menghadirkan pembinaan pendidikan yang tidak hanya mendukung keberhasilan akademik, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan bermanfaat bagi sesama demi memberi makna Indonesia.