Mengenal Pola Asuh Berbasis Fitrah: YBM BRILiaN Banten Beri Edukasi Parenting untuk 20 Keluarga di Cilegon

oleh Siti Nurlaela
Agustus 4, 2026

YBM BRILiaN Banten Dorong Ketahanan 20 Keluarga anggota FS Sentra Juare di Cilegon

CILEGON – Edukasi dan penguatan kapasitas keluarga prasejahtera kembali menghadirkan ruang pencerahan baru dari pilar pendidikan. Pada Minggu (26/07), YBM BRILiaN Regional Office (RO) Banten merilis perkembangan signifikan dari program pendampingan Family Strengthening. Melalui kegiatan pembinaan berkala, lembaga menyelenggarakan sesi edukasi bertajuk “Mengenal Pola Asuh Berbasis Fitrah” bagi anggota kelompok FS Sentra Keluarga Juare di Cilegon.

Pendampingan intensif ini bertujuan memaksimalkan penyaluran amanah dana zakat pekerja BRI dengan memperkuat fondasi pengasuhan di tingkat keluarga prasejahtera. Melalui pembekalan wawasan dan ruang diskusi berkala, YBM BRILiaN berupaya memacu para orang tua agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal dan berkelanjutan.

Pemberdayaan Karakter dan Edukasi Pengasuhan di Kelurahan Deringo

Lembaga melaksanakan pendampingan di Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten. Pemilihan kawasan ini sangat strategis karena mudah dijangkau oleh seluruh anggota kelompok. Lokasi yang memadai mempermudah para orang tua untuk berkumpul dan bertukar pikiran secara nyaman.

Dalam sesi pembinaan, program pendampingan kelompok FS Sentra Keluarga Juare mencatatkan antusiasme yang luar biasa. Sebanyak 20 keluarga penerima manfaat yang sebelumnya mendapatkan pendampingan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kini melangkah ke tahap penguatan kapasitas parenting. Intervensi terstruktur melingkupi penyampaian materi pengasuhan positif, pemahaman tahap perkembangan anak, hingga diskusi interaktif solusi masalah keluarga.

Perkembangan pemahaman kelompok menunjukkan hasil yang sangat membanggakan di lapangan. Sesi pembinaan yang dipandu oleh Ust. Nuriman selaku Pendamping Kelompok berlangsung sangat hangat dan hidup selama satu jam penuh. Para peserta secara aktif saling berbagi pengalaman mengenai tantangan mendampingi anak dalam kehidupan sehari-hari. Banyak anggota kelompok menyadari pentingnya memahami keunikan serta potensi bawaan anak agar tidak menerapkan pola didik yang keliru.

Dampak positif kegiatan ini langsung terlihat bahkan setelah sesi pertemuan resmi berakhir. Beberapa anggota kelompok secara mandiri meluangkan waktu untuk menghubungi Ust. Nuriman guna berkonsultasi lebih lanjut. Mereka mendiskusikan penerapan langsung pola asuh berbasis fitrah di rumah masing-masing, sehingga materi yang tersampaikan benar-benar memberikan manfaat nyata.

Menguatkan Peran Orang Tua sebagai Sekolah Pertama Anak

Penyelenggaraan program edukasi ini menjadi bukti nyata efektivitas pendayagunaan zakat pekerja BRI. Lembaga tidak sekadar memberikan bantuan materiil di awal program. Namun juga terus mengawal ketahanan mental dan spiritual keluarga agar mampu mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia. Ungkapan rasa syukur dan manfaat nyata dari kegiatan ini disampaikan langsung oleh perwakilan penerima manfaat di sela-sela kegiatan pembinaan.

“Materi tentang Pola Asuh Berbasis Fitrah ini sangat bermanfaat bagi kami. Banyak hal baru yang kami pelajari dan membuat kami lebih memahami cara mendampingi anak sesuai dengan potensi dan tahap perkembangannya. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar kami semakin mampu menerapkan pola asuh yang baik di dalam keluarga,” tutur Ibu Restu, salah satu anggota kelompok FS Sentra Keluarga Juare.

Apresiasi dan komitmen juga disampaikan oleh pihak pendamping yang terus mengawal perkembangan setiap keluarga. Ust. Nuriman mengungkapkan rasa bahagianya melihat keterbukaan dan semangat para ibu dalam menyerap ilmu pengasuhan baru.

Sesi konsultasi mandiri dan pemetaan kebutuhan pembinaan berikutnya menjadi penutup agenda pendampingan hari itu. Keberhasilan program pembinaan FS Sentra Keluarga Juare ini sekaligus menjelaskan betapa pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat prasejahtera. Saat wawasan pengasuhan berpadu dengan bimbingan yang tepat, para orang tua mampu menciptakan lingkungan rumah yang harmonis. Sehingga pendampingan dan edukasi ini bisa mengantarkan keluarga-keluarga penerima manfaat menuju kehidupan yang lebih berkualitas.