Petani MIGP Kepuh Kemiri Rasakan Efisiensi Biaya Produksi dan Jaga Produktivitas Usaha
SIDOARJO — Bantuan usaha yang tepat guna tidak hanya memberikan manfaat pada saat disalurkan, tetapi juga dapat membantu penerima manfaat menekan biaya produksi dalam jangka panjang. Hal tersebut dirasakan oleh 10 petani yang tergabung dalam kelompok Mustahik Income Generating Program (MIGP) Sayur Kepuh Kemiri, Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.
Berdasarkan perkembangan program, para petani mulai merasakan dampak dari bantuan yang diterima sekitar sembilan bulan sebelumnya. Melalui YBM BRILiaN Regional Office (RO) Surabaya, kelompok memperoleh dukungan modal usaha, peralatan berupa pompa air, selang LPG dan tabung gas, serta pendampingan bersama fasilitator ekonomi Jumat (21/08).
Hemat Rp410 Ribu Setiap Panen

Penggunaan pompa dengan bahan bakar gas membantu petani menekan biaya operasional menjadi sekitar Rp190.000 setiap kali panen. Dari penggunaan tersebut, setiap petani dapat menghemat sekitar Rp410.000 dalam satu kali masa panen.
Setelah program berjalan selama sembilan bulan, akumulasi penghematan tercatat mencapai sekitar Rp3.280.000 per petani. Jika dihitung untuk seluruh 10 anggota kelompok, nilai penghematan yang dirasakan mencapai Rp32.800.000.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa dukungan alat usaha dapat memberikan dampak berulang ketika sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Penghematan biaya produksi memberi ruang lebih besar bagi petani untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan pendapatan keluarga.
“Terima kasih kepada para donatur yang telah ikut menghadirkan kebermanfaatan ini,” ujar salah seorang petani Sayur Kepuh Kemiri.
Menjaga Usaha Tetap Produktif
Program MIGP tidak berhenti pada pemberian bantuan modal dan alat usaha. Pendampingan bersama fasilitator menjadi bagian penting untuk membantu kelompok mengelola usahanya secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui pemberdayaan ekonomi seperti ini, YBM BRILiaN berupaya menghadirkan manfaat zakat yang produktif. Bantuan yang diterima hari ini diharapkan terus bekerja dalam aktivitas usaha penerima manfaat—membantu menekan biaya, menjaga produktivitas, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.