Success Story Cak Sugeng: Alhamdulillah, Allah Kabulkan Doa Saya melalui YBM BRILiaN

MOJOKERTO — Memiliki ternak domba merupakan impian lama Cak Sugeng (43). Namun, keterbatasan ekonomi membuatnya belum mampu mewujudkan keinginan tersebut.
Penghasilannya sebagai tenaga kebersihan di kawasan wisata air panas Padusan, Mojokerto, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia masih harus mencari pekerjaan tambahan demi menambah penghasilan keluarga.
Meski demikian, Cak Sugeng tidak pernah berhenti berharap. Ia terus memanjatkan doa agar suatu hari dapat memiliki ternak sendiri. Harapan itu akhirnya mulai terwujud melalui program Family Strengthening (FS) YBM BRILiaN RO Surabaya.
Memasuki tahun kedua pembinaan, Cak Sugeng mengikuti Mustahik Income Generating Program (MIGP) yang masih bagian dari program flagship YBM BRILiaN. Melalui program ini, ia menerima bantuan modal usaha berupa indukan domba dan pejantan. Bantuan tersebut menjadi awal perjalanan usaha ternak yang selama ini hanya bisa ia impikan.
Ketekunan Mengembangkan Usaha Ternak
Selama 1,5 tahun, Cak Sugeng tekun merawat ternaknya. Setiap hari sebelum berangkat dan setelah pulang kerja, ia menyempatkan diri mencari rumput dan membersihkan kandang.
Putra pertamanya yang masih duduk di bangku SMP turut membantu pekerjaan tersebut. Kebiasaan sederhana itu mereka jalankan agar ternak tetap sehat dan nyaman.
Dari tiga ekor indukan, ternaknya telah menghasilkan 18 ekor anakan. Perkembangan ini tidak terlepas dari tiga prinsip yang Cak Sugeng pelajari melalui pelatihan peternakan di BRILiaN Farm.
Pertama, ia selalu telaten memeriksa kesehatan ternak setiap hari. Jika ada ternak yang sakit, ia segera memberikan penanganan.
Kedua, ia menerapkan pemberian pakan secara terukur. Ia memberi perhatian khusus kepada indukan yang sedang bunting dan menyusui.
Ketiga, ia mencatat tanggal perkawinan dan perkiraan kelahiran. Dengan pencatatan tersebut, ia dapat memantau kondisi indukan dan mengurangi risiko kematian anak ternak saat dilahirkan.
Kini, empat ternak betina miliknya juga sedang bunting dan diperkirakan akan melahirkan secara bertahap. Jika setiap indukan melahirkan dua anak, populasi ternaknya berpotensi bertambah delapan ekor.

Ternak Menjadi Tabungan Hidup dan Harapan Baru
Bagi Cak Sugeng, perkembangan usaha ternak bukan sekadar bertambahnya jumlah hewan peliharaan. Kini, ia memiliki tabungan hidup, tambahan penghasilan, dan kebanggaan atas hasil kerja kerasnya.
Dari kandang sederhana di sudut desa, ia mulai membangun harapan yang lebih besar bagi keluarganya. Saat mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi YBM BRILiaN di Padusan, Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (03/11), Cak Sugeng mengungkapkan rasa syukurnya.
“Memiliki ternak domba adalah impian saya sejak dulu. Namun, kondisi ekonomi keluarga belum memungkinkan untuk mewujudkannya. Penghasilan sebagai tenaga kebersihan di wisata air panas Padusan saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya harus mencari pekerjaan tambahan untuk menambah penghasilan. Untuk membeli seekor domba pun rasanya tidak mungkin. Tapi saya selalu berdoa kepada Allah SWT karena saya yakin Allah-lah Yang Maha Pemberi Rezeki,” ungkapnya.
Ia juga mengenang momen ketika menerima bantuan ternak dari YBM BRILiaN.
“Alhamdulillah, melalui program MIG Family Strengthening YBM BRILiaN, doa yang saya panjatkan bertahun-tahun itu akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT. Ketika saya menerima bantuan ternak domba tiga ekor indukan dan dua ekor pejantan, rasanya seperti mimpi. Air mata saya tidak terbendung. Dalam batin saya, inilah jawaban dari doa-doa panjangku,” ujarnya.
Kisah Cak Sugeng menjadi salah satu gambaran dampak zakat produktif dalam mendukung pengembangan usaha mustahik. Tidak sekadar memberikan bantuan modal, YBM BRILiaN melalui program FS dan MIGP juga membekali penerima manfaat dengan pelatihan dan pendampingan usaha.
Semoga zakat pekerja BRI yang dihimpun dan dikelola YBM BRILiaN terus menumbuhkan harapan, memperkuat ekonomi keluarga, dan menjadi amal jariyah bagi seluruh muzaki.